Kukuhkan Status Finalis 6 Besar Jatim, SD Pilar Nusantara Tuban Sambut Visitasi Tahap II Penghargaan SMB 2026
Kab. Tuban (Humas) – SD Pilar Nusantara (Pinus) Tuban secara resmi menyambut kedatangan Tim Penilai Visitasi Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Timur pada Jumat (30/10/2026). Visitasi verifikasi lapangan tahap II ini dilaksanakan setelah SD Pilar Nusantara dinyatakan lolos seleksi berkas dan portofolio tahap I sebagai salah satu finalis 6 (enam) besar jenjang Sekolah Dasar se-Jawa Timur berdasarkan surat keputusan resmi Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam Kanwil Kemenag Jatim Nomor: 933/Kw.13.04/PP.02.3/10/2026.
Penyambutan tim visitasi berlangsung meriah dan sarat makna toleransi. Para siswa menampilkan tarian lintas budaya serta mengenakan aneka ragam pakaian adat Nusantara di halaman sekolah sebagai lambang kerukunan. Turut hadir mendampingi tim penilai, Kepala Seksi (Kasi) PAIS Kantor Kemenag Tuban, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan, Ketua Yayasan, Pengawas PAI, Pengawas Sekolah dan juga Komite serta Paguyuban Wali Murid.
Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kemenag Tuban Imam Syafii, dalam sambutannya menegaskan komitmen Kemenag untuk terus mendukung langkah SD Pilar Nusantara. "Mari bersama-sama kita berkolaborasi membangun sekolah moderasi beragama di SD PINUS. Harapannya, sekolah ini mampu menjadi role model sekolah moderasi beragama, khususnya di Kabupaten Tuban," ungkap Imam Syafii.
Apresiasi senada turut disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Agama Islam Kanwil Kemenag Jatim, Moh. Amak Burhanudin. Pihaknya berharap penetapan sebagai finalis Penghargaan Sekolah Moderasi Beragama (SMB) ini menjadi suntikan motivasi bagi seluruh tenaga pendidik. "Semoga dengan ajang SMB ini dapat menjadi penyemangat bagi kepala sekolah dan para guru agar semakin percaya diri dalam mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama di lingkungan belajar sehari-hari," pesannya.
Tim penilai dari Kanwil Kemenag Jatim turut menyampaikan apresiasi mendalam atas komitmen dan kesiapan civitas akademika SD Pilar Nusantara. Visitasi ini difokuskan untuk menilai kesesuaian dokumen dengan praktik pembiasaan toleransi langsung di lapangan, sekaligus melihat penyusunan best practice yang disiapkan sekolah.
Dalam sesi presentasi, Kepala SD Pilar Nusantara, Wilujeng Rina Astuti, memaparkan perjalanan panjang sekolahnya dalam merawat keberagaman. "Terima kasih atas kehadiran tim penilai dan seluruh pihak yang memberikan dukungan luar biasa kepada kami. Berawal dari image masyarakat yang menganggap sekolah kami adalah sekolah etnis Tionghoa semata, kami bertekad mengubah paradigma itu menjadi sekolah untuk semua agama, etnis, ras, dan suku. Meskipun berada di bawah naungan yayasan klenteng (non-muslim), kami meyakini bahwa perbedaan itu indah," tutur Wilujeng.
Sebagai wujud nyata toleransi tersebut, SD Pilar Nusantara melahirkan program inovasi unggulan bertajuk PILAR PRAKARSA (Pendidikan Iman Lahirkan Akhlak Rukun dalam Pembiasaan Ramah Karakter dan Kemanusiaan). Berbagai kegiatan rutin telah terintegrasi di dalamnya, antara lain: Kamis Rukun (Daily Morning): Pembiasaan ibadah dan doa pagi bersama sesuai agama dan keyakinan masing-masing siswa yang dipandu guru pembimbing secara berdampingan.
Rumah Pilar (Literasi Pagi): Penguatan pemahaman keragaman dan budi pekerti melalui aktivitas literasi tematik. Sahabat Prakarsa: Duta murid teladan yang bertugas menularkan sikap toleran, saling mengayomi, serta mencegah tindakan perundungan (bullying) antarteman sebaya.
Projek Kebersamaan Hari Besar Agama: Perayaan hari-hari besar keagamaan secara inklusif dan kolaboratif antarwarga sekolah. Aksi Sosial & Ibadah Mandiri: Penyediaan fasilitas salat Duhur berjamaah bagi peserta didik muslim serta pembiasaan bakti sosial ke masyarakat sekitar.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi wawancara, pemeriksaan portofolio, serta peninjauan fasilitas belajar. Dengan terlaksananya visitasi tahap II ini, SD Pilar Nusantara Tuban optimistis dapat melangkah ke babak penetapan tiga besar terbaik Jawa Timur sekaligus mempertegas eksistensinya sebagai teladan keharmonisan dan inklusivitas pendidikan di Kabupaten Tuban. (Tim Humas/Lai)
Editor: Laidia Maryati