PELAS PALANG Hadir di MTs Muhammadiyah Cendoro, KUA Palang Bentengi Remaja dari Kenakalan dan Judi Online
Kab.Tuban (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Palang melalui Penyuluh Agama Islam terus berkomitmen membina generasi muda melalui program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Kali ini, kegiatan tersebut digelar di MTs Muhammadiyah Cendoro, Kecamatan Palang, Kamis kemarin, dengan mengusung jargon PELAS PALANG (Peliputan Lentera Sekitar KUA Palang). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya KUA Palang dalam memberikan edukasi dan penguatan karakter kepada para pelajar agar mampu menghadapi berbagai tantangan pergaulan dan perkembangan zaman.
Kepala MTs Muhammadiyah Cendoro, Agus Titik Khuriyah, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas pelaksanaan program BRUS di sekolahnya. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan pencerahan dan manfaat bagi para siswa, khususnya dalam membangun pemahaman serta sikap positif dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Palang, M. Idris, menjelaskan, ia juga memberikan motivasi kepada para siswa agar senantiasa bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Menurutnya, pendidikan merupakan bekal penting bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih baik sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, tepat 100 tahun kemerdekaan Republik Indonesia.
“Anak-anak harus rajin dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Manfaatkan masa sekolah untuk membangun pengetahuan, memperkuat akhlak, serta membentuk karakter yang baik agar kelak menjadi generasi yang mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang gemilang,” jelasnya kepada Pranata Humas Kemenag Tuban, Laidia Maryati, Jumat (16/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, dua Penyuluh Agama Islam KUA Palang menyampaikan materi edukatif yang relevan dengan tantangan remaja masa kini.
Materi pertama tentang Pencegahan Kenakalan Remaja disampaikan oleh Heri S. Ia mengajak para siswa untuk menjaga pergaulan, menerapkan etika dalam berinteraksi, serta menjauhi perilaku menyimpang yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan sekitar.
Materi kedua mengenai Bahaya Judi Online (Judol) disampaikan oleh Ulil Albab. Dalam pemaparannya, ia mengupas dampak negatif judi online terhadap masa depan remaja, baik dari aspek hukum, ekonomi, maupun agama. Para siswa diharapkan mampu mengenali risikonya dan memiliki keteguhan untuk tidak terjerumus dalam praktik perjudian daring.
Kegiatan berlangsung tertib dan penuh antusiasme. Dengan dipandu secara interaktif oleh Hasanuddin, para siswa mengikuti setiap sesi materi dengan semangat sehingga pesan-pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik.
Melalui program BRUS yang dikemas dalam semangat PELAS PALANG, KUA Kecamatan Palang berharap para pelajar tidak hanya memiliki prestasi akademik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, berkarakter kuat, bijak dalam pergaulan, serta mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif.
Upaya ini sekaligus menjadi wujud nyata peran Penyuluh Agama Islam dalam mendampingi generasi muda agar memiliki bekal moral dan spiritual untuk menghadapi tantangan zaman serta menyongsong Indonesia Emas 2045. (Hasan/Lai)
Editor: Laidia Maryati