MATA Santri Jadi Bekal Adaptasi, Kemenag Tuban Pastikan Lingkungan Pesantren Aman dan Ramah


Kab. Tuban (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban melalui Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) menegaskan pentingnya pelaksanaan Masa Ta'aruf Santri Baru (MATA Santri) sebagai langkah awal bagi santri baru untuk mengenal kehidupan di lingkungan pesantren secara aman, nyaman, dan menyenangkan.
Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Tuban, Imam Bukori menjelaskan, MATA Santri merupakan kegiatan pengenalan lingkungan pesantren yang dirancang untuk membantu santri baru beradaptasi dengan kehidupan di pesantren, baik secara mental maupun sosial.
"Masa Ta'aruf Santri Baru adalah kegiatan pengenalan lingkungan pesantren bagi santri baru agar mereka siap secara mental, mengenal nilai-nilai pesantren, serta mampu menyesuaikan diri dengan mudah, nyaman, dan bahagia selama menjalani proses pendidikan di pesantren," ujar Imam Bukori, Selasa (14/7/2026).
Melalui kegiatan ini, santri baru diharapkan mengenal lingkungan belajar yang aman, ramah, dan menyenangkan. Selain itu, MATA Santri bertujuan membantu santri memahami potensi diri dan kehidupan sosialnya, meningkatkan kesiapan mental, mengurangi rasa cemas saat memasuki dunia pesantren, mempermudah proses adaptasi, serta menumbuhkan kecintaan kepada pesantren, para guru atau ustaz, dan nilai-nilai keislaman.
Pelaksanaan MATA Santri yang dimulai mulai tanggal 13 Juli sampai seminggu ke depan ini juga mengedepankan enam nilai utama, yakni Aman, dengan menciptakan lingkungan pesantren yang bebas dari kekerasan, perundungan, dan diskriminasi; Bermartabat, dengan menjunjung tinggi akhlak mulia, harga diri, dan hak setiap santri; Inspiratif, melalui penumbuhan semangat belajar, kemandirian, dan rasa percaya diri sejak hari pertama; Ramah, dengan membangun interaksi yang penuh kasih sayang dan saling menghargai; Edukatif, melalui pemberian pemahaman mengenai visi, misi, tata tertib, dan kehidupan pesantren; serta Kolaboratif, yang melibatkan seluruh unsur pesantren dalam mendukung keberhasilan santri baru.
Program ini diterapkan pada berbagai satuan pendidikan di lingkungan pesantren, meliputi Satuan Pendidikan Muadalah, Satuan Pendidikan Diniyah Formal, Satuan Pendidikan Salafiyah dan Pengkajian Kitab Kuning, Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah, serta bentuk pendidikan pesantren lain yang terintegrasi dengan pendidikan umum.
Dalam pelaksanaannya, MATA Santri berpedoman pada prinsip mengutamakan kepentingan terbaik bagi santri baru, menolak segala bentuk kekerasan fisik maupun psikis serta perundungan, bersifat inklusif dan ramah anak, menghargai keberagaman, membangun kebersamaan, kedisiplinan, dan tanggung jawab, serta dilaksanakan secara terencana, bertahap, dan berkesinambungan.
Adapun materi yang diberikan selama Masa Ta'aruf Santri Baru meliputi pengenalan kepesantrenan, nilai-nilai kepesantrenan, pesantren yang ramah dan aman, pesantren hijau, kesehatan santri, moderasi beragama, pendisiplinan positif, pembelajaran dan pengasuhan berbasis cinta, serta budaya dan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari di pondok pesantren.
Imam Bukori berharap MATA Santri menjadi fondasi yang kuat bagi santri baru untuk memulai perjalanan pendidikan di pesantren dengan penuh semangat dan rasa aman. "Melalui MATA Santri, kami ingin memastikan setiap santri baru merasa diterima, terlindungi, dan mampu tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, mandiri, serta mencintai pesantrennya sejak hari pertama," pungkasnya. (Lai)
Editor: Laidia Maryati