Manfaatkan Momentum Rashdul Kiblat, Kemenag Tuban Ajak Masyarakat Pastikan Arah Kiblat Akurat

Kab. Tuban (Humas) – Jajaran Kepala Seksi dan Aparatur Sipil Negara Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban melaksanakan pengukuran arah kiblat dalam momentum Rashdul Kiblat di depan Musala Al Ikhlas pada Rabu sore. Pengukuran dilakukan tepat pukul 16.27 WIB, saat posisi matahari berada di atas Ka'bah sehingga menjadi waktu paling akurat untuk memastikan arah kiblat. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kemenag Tuban mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memastikan arah kiblat sesuai kaidah ilmiah dan syariat.

Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Tuban, Mashari, mengungkapkan, antusiasme masyarakat Kabupaten Tuban dalam mengikuti pengukuran arah kiblat cukup tinggi. Berdasarkan data yang dihimpun Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur hingga Kamis (16/7/2026), Kabupaten Tuban menempati peringkat ketujuh dengan jumlah 6.605 titik lokasi yang telah terdaftar.

"Berdasarkan data yang dihimpun Kanwil Kemenag Jawa Timur hingga hari ini, Kabupaten Tuban berada di peringkat ketujuh dengan 6.605 titik lokasi yang terdaftar. Jumlah tersebut baru berdasarkan akun yang sudah mendaftar. Kami meyakini masih banyak masyarakat yang melakukan pengukuran Rashdul Kiblat secara mandiri tanpa melakukan pendaftaran," ujar Mashari.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Umi Kulsum, didampingi ASN yang juga melakukan pengukuran di tempat lain, tepatnya di Masjid Al Musa Desa Morosemo Kecamatan Plumpang, mengimbau seluruh jajaran Kemenag agar terus mengoptimalkan pendataan lokasi pengukuran arah kiblat. "Kami mengajak seluruh jajaran untuk terus menggiatkan pendaftaran hingga mencapai target 8.000 titik. Kesempatan masih terbuka hingga hari ini, sehingga kami berharap partisipasi masyarakat terus meningkat," tutur Umi Kulsum.

Rashdul Kiblat merupakan fenomena astronomi ketika matahari tepat berada di atas Ka'bah atau berada pada titik zenit. Pada saat itu, bayangan benda yang berdiri tegak akan menunjukkan arah yang berlawanan dengan posisi Ka'bah, sehingga dapat dimanfaatkan untuk menentukan atau meluruskan arah kiblat dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi. Fenomena ini terjadi dua kali setiap tahun dan menjadi momentum yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat, masjid, musala, maupun lembaga keagamaan untuk melakukan verifikasi arah kiblat.

Kemenag Tuban juga mengingatkan masyarakat bahwa pengukuran arah kiblat dapat dilakukan secara sederhana. Caranya dengan menegakkan tongkat atau menggunakan tali berbandul di tempat yang terkena sinar matahari langsung. Tepat pada waktu Rashdul Kiblat, yaitu pukul 16.27 WIB untuk wilayah Indonesia bagian barat, arahkan garis dari pangkal tongkat menuju ujung bayangannya. Garis tersebut menjadi penunjuk arah kiblat yang akurat menuju Ka'bah. Kemenag Tuban berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya ketepatan arah kiblat sebagai bagian dari kesempurnaan pelaksanaan ibadah salat. (Lai)

Editor:Laidia Maryati
Doc:Frida

Infografis

Lihat