Kemenag Tuban Perkuat Komitmen Pesantren Ramah melaui Safari Hari Santri di Beberapa Pondok Pesantren
Kab. Tuban (Humas) – Dalam rangka memperingati Hari Santri, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Umi Kulsum bersama Kasi PD Pontren Imam Bukori mengagendakan Safari Pesantren Ramah Anak di beberapa pondok pesantren, salah satunya pondok Assalam Bangilan dan Pondok Pesantren Riyadul Mubtadiin, Lajukidul, Kecamatan Singgahan, Selasa (27/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia memberikan pembinaan sekaligus menyampaikan materi tentang Pesantren Ramah Anak (PRA). Kegiatan ini dihadiri Kepala Kantor Kemenag Tuban, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), pengasuh dan pengurus, serta seluruh santri di kedua pondok pesantren tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman tentang pentingnya mewujudkan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan santri secara menyeluruh, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman, kedisiplinan, serta tradisi pendidikan pesantren. Dalam pembinaannya, Umi Kulsum menekankan pentingnya penerapan prinsip Pesantren Ramah Anak sebagai upaya membangun lingkungan pendidikan yang berlandaskan amanah, kasih sayang (ar-rahmah), perlindungan menyeluruh, serta kesetaraan dan inklusivitas.
Santri merupakan amanah yang harus dijaga, dihormati martabatnya, dan dipenuhi hak-haknya selama menjalani pendidikan di pesantren. Materi pembinaan juga membahas pentingnya pencegahan segala bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, maupun psikologis. Praktik perundungan (bullying) dan senioritas yang merugikan santri perlu dicegah melalui edukasi antikekerasan, pengawasan terhadap area-area rawan, serta penguatan peran santri senior sebagai pembimbing dan teladan, bukan sebagai pihak yang menghukum atau melakukan kekerasan. Dalam mendukung perlindungan santri, pesantren juga perlu menyediakan sistem pelaporan yang mudah diakses, seperti kotak aduan, wali kamar, layanan konseling, serta tim satuan tugas atau mekanisme perlindungan yang tersedia di lingkungan pesantren. Dengan adanya mekanisme tersebut, setiap persoalan yang dialami santri diharapkan dapat ditangani secara tepat.
Melalui pembinaan ini, diharapkan Pondok Pesantren Assalam Bangilan dan Pondok Pesantren Riyadul Mubtadiin Lajukidul Singgahan semakin memperkuat komitmen dalam menghadirkan lingkungan pendidikan yang ramah anak, melindungi santri dari berbagai bentuk kekerasan, serta mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal .(Fat/lai)
Editor: Laidia Maryati