Kemenag Jatim Briefing 94 Penyuluh, Perkuat Kesiapan Survei Indeks Kerukunan di Tuban
Kab. Tuban (Humas) — Tim Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Timur melakukan pembinaan dan briefing cipta kondisi kepada 94 penyuluh agama Islam dan Kristen di Kabupaten Tuban, Selasa (18/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban tersebut menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan Survei Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB).
Tim KUB Kanwil Kemenag Jatim dipimpin Ketua Tim KUB, Wakid Evendi, didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban Umi Kulsum dan Kasi Bimas Islam Mashari. Dalam kegiatan tersebut, para penyuluh mendapatkan penguatan terkait pentingnya menjaga toleransi, kesetaraan, kebersamaan, serta peran strategis penyuluh dalam menciptakan kondisi masyarakat yang rukun.
Wakid Evendi mengatakan, tim KUB Kanwil Kemenag Jatim akan melaksanakan survei Indeks Kerukunan Umat Beragama di lima kabupaten dan tiga kota di Jawa Timur, termasuk Kabupaten Tuban.
“Survei Indeks Kerukunan Umat Beragama ini penting untuk mengukur tingkat toleransi, kesetaraan, dan kerja sama antarumat beragama. Hasilnya menjadi data acuan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan keagamaan yang tepat sekaligus mendeteksi potensi konflik sosial secara dini,” ujar Wakid.
Menurutnya, pengukuran indeks kerukunan juga menjadi bagian dari upaya merawat persatuan nasional di tengah keberagaman masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan Asta Cita ke-8, yakni menyelaraskan kehidupan dengan lingkungan dan budaya serta memperkuat toleransi, kesetaraan, dan kebersamaan umat beragama.
Selain melakukan pembinaan dan persiapan survei, kedatangan Tim KUB Kanwil Kemenag Jatim ke Tuban juga dalam rangka pendampingan pembuatan dan penguatan Profil Desa Sadar Kerukunan. Pendampingan tersebut menyasar Desa Kingking, Kecamatan Tuban, dan Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Umi Kulsum, mengingatkan para penyuluh agama agar terus berperan aktif dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui penguatan kerukunan di tengah masyarakat.
“Tidak ada jaminan NKRI akan terus bertahan kalau kita tidak selalu memupuk kerukunan dengan baik, baik kerukunan intern maupun antarumat beragama. Program Desa Sadar Kerukunan ini merupakan salah satu ikhtiar kita untuk menjaga NKRI,” tutur Umi.
Ia meminta seluruh program pemerintah, termasuk Desa Sadar Kerukunan, dapat dilaksanakan secara optimal. Menurutnya, keberagaman faham keagamaan di tengah masyarakat membutuhkan peran penyuluh yang bijak dan mampu menjadi penengah sekaligus perekat.
“Kita sebagai penyuluh harus bijak dalam menghadapi berbagai faham keagamaan di masyarakat. Penguatan indikator moderasi beragama, toleransi, dan kebangsaan harus terus dilakukan. Penyuluh harus menjadi perekat di antara semuanya,” tegasnya.
Umi menambahkan, Kemenag Tuban terus berupaya menjaga kerukunan antarumat beragama. Ia menyebut kondisi kerukunan beragama di Kabupaten Tuban telah menunjukkan capaian yang baik, bahkan nilainya berada di atas rata-rata nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui sinergi dan musyawarah bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) serta pemerintah daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Umi juga menekankan pentingnya keberadaan penyuluh agama sebagai garda terdepan Kementerian Agama, khususnya di Kantor Urusan Agama (KUA). Para penyuluh tidak hanya bertugas dalam penguatan kerukunan, tetapi juga melakukan pendampingan di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) serta mengisi kegiatan bimbingan perkawinan (Bimwin).
“Penyuluh agama di Kabupaten Tuban menjadi garda terdepan di KUA. Karena itu, saya berharap ke depan semuanya dapat terus diperpanjang kontraknya karena kami masih sangat membutuhkan panjenengan semuanya,” kata Umi.
Tim KUB Kanwil Kemenag Jatim yang dipimpin Wakid Evendi terdiri atas lima anggota, yakni Pranata Kerukunan Umat Beragama Awinullah, Analis SDM Ahli Madya Choliq Soegianto, Arsiparis Ahli Pertama Andi Kusuma, dan Penata Layanan Operasional Abdul Rohman.
Melalui pembinaan tersebut, Kemenag Jatim berharap para penyuluh semakin siap mendukung pelaksanaan Survei Indeks Kerukunan Umat Beragama sekaligus memperkuat peran mereka sebagai penggerak kerukunan, moderasi beragama, dan persatuan di tengah masyarakat Kabupaten Tuban. (Rifa/Lai)
Editor:Laidia Maryati
Doc:Frida/Putri