Kakanwil Kemenag Jatim Lantik 270 Pejabat, 14 Orang dari Kabupaten Tuban

Sidoarjo (Humas) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, melantik dan mengambil sumpah sebanyak 270 pejabat di lingkungan Kementerian Agama se-Jawa Timur, Kamis (3/9/2026). Prosesi pelantikan berlangsung di Aula Kanwil Kemenag Jawa Timur.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 14 pejabat berasal dari Kabupaten Tuban, yang terdiri atas pejabat yang mengalami mutasi maupun promosi. Mereka menempati sejumlah jabatan strategis, di antaranya Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), dengan tugas dan tanggung jawab baru di wilayah Kabupaten Tuban.
Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag Jatim Akhmad Sruji Bahtiar mengajak seluruh pejabat yang baru dilantik untuk senantiasa mensyukuri amanah yang diberikan. Menurutnya, rasa syukur tidak cukup hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi harus dibuktikan dengan tindakan nyata melalui pelaksanaan tugas secara bertanggung jawab.
“Syukur itu ada tiga. Ada syukur bil-qalb, bersyukur dengan hati; syukr bil-lisan, dengan ucapan; dan syukur yang diwujudkan dalam tindakan. Syukur yang terbaik adalah melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya,” tutur Bahtiar.
Ia juga mengingatkan, perpindahan maupun mutasi dalam tugas merupakan bagian dari sunnatullah. Karena itu, setiap pejabat yang mendapatkan amanah di tempat baru hendaknya menyikapinya secara positif serta membangun husnuzan kepada Allah SWT.
“Perpindahan itu adalah sunnatullah. Kita hidup di muka bumi ini dalam keadaan yang terus berubah dan berpindah. Maka, ketika kita dipindahkan, jangan hanya melihat dari sisi yang berat. Kita harus melihatnya secara positif,” pesannya.
Dari 13 pejabat asal Kabupaten Tuban yang dilantik, sebanyak 10 orang merupakan penghulu dengan tugas tambahan sebagai Kepala KUA yang mendapatkan amanah melalui mutasi.
Mereka adalah Akhmat Iswoyo sebagai Penghulu dengan tugas tambahan Kepala KUA Revitalisasi Kecamatan Tuban, Muklasin, sebagai Penghulu dengan tugas tambahan Kepala KUA Singgahan, Samin Ashari sebagai Penghulu dengan tugas tambahan Kepala KUA Widang, Chamid Kasyanto sebagai Penghulu dengan tugas tambahan Kepala KUA Jatirogo, Abdul Ghofir sebagai Penghulu dengan tugas tambahan Kepala KUA Kerek, Ali Mahfud sebagai Penghulu dengan tugas tambahan Kepala KUA Bancar, Anwar Hidayat sebagai Penghulu dengan tugas tambahan Kepala KUA Soko, Ainul Yaqin sebagai Penghulu dengan tugas tambahan Kepala KUA Jenu, Muhammad Afif sebagai Penghulu dengan tugas tambahan Kepala KUA Senori, serta Muslimin sebagai Penghulu dengan tugas tambahan Kepala KUA Montong.
Sementara itu, empat pejabat lainnya mendapatkan amanah melalui promosi sebagai Kepala KUA, yakni Khoirul Muqim, Penyuluh Agama Islam dengan tugas tambahan Kepala KUA Tambakboyo, Khoirul Huda, Penghulu dengan tugas tambahan Kepala KUA Bangilan, Mustain, Penyuluh Agama Islam dengan tugas tambahan Kepala KUA Kenduruan dan Midchol Huda, Penghulu asal Kecamatan Widang dengan tugas tambahan baru sebagai Kepala KUA Kecamatan Bluluk Lamongan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Umi Kulsum, saat dihubungi secara terpisah menjelaskan, pelantikan tersebut mencakup pejabat yang mendapatkan promosi maupun mutasi. Ia berpesan kepada seluruh pejabat yang baru dilantik agar segera menyesuaikan diri dengan jabatan dan lingkungan kerja yang baru. Menurutnya, jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, disertai koordinasi yang baik dengan seluruh stakeholder terkait.
“Segera menyesuaikan dengan jabatan barunya dan bertanggung jawab terhadap apa yang diembankan sebagai pertanggungjawaban atas jabatan. Lakukan koordinasi dengan stakeholder terkait,” pesan Umi Kulsum.
Lebih lanjut, Umi menekankan pentingnya menjadikan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT sebagai landasan utama dalam menjalankan tugas, khususnya bagi para pemimpin dan Kepala KUA.
Menurutnya, ketika nilai keimanan dan ketakwaan benar-benar menjadi paradigma dalam bekerja, maka pelaksanaan tugas akan dilakukan dengan kejujuran, ketulusan dan penuh tanggung jawab, bukan semata-mata karena perintah atasan.
“Semua itu harus disyukuri. Paradigma pemimpin, termasuk Kepala KUA, adalah keimanan dan ketakwaan kepada Allah. Kalau itu diterapkan sebagai landasan kinerja, insyaallah kerja tidak ada pamrih, jujur dan penuh tanggung jawab. Bekerja lillah, bukan karena atasan, tetapi bekerja karena semangat yang dilandasi keimanan. Kerja yang baik karena mencari rida Allah semata,” tegasnya.
Pelantikan tersebut diharapkan menjadi sarana bagi para pejabat untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta memperkuat profesionalitas dan integritas dalam menjalankan tugas. Amanah baru yang diterima diharapkan dapat membawa semangat baru dalam memberikan pelayanan terbaik bagi umat dan masyarakat di wilayah kerja masing-masing. (Lai)
Editor:Laidia Maryati