Buka OMI 2026 di MAN 1 Tuban, Kepala Kemenag Tuban Dorong Siswa Unggul Sains dan Berakhlak Mulia

​Kab. Tuban (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban secara resmi membuka ajang bergengsi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Sains MA/SMA Tingkat Kabupaten Tuban Tahun 2026 pada Senin, 7 September 2026. Kegiatan yang dipusatkan di MAN 1 Tuban ini diikuti oleh ratusan siswa dari berbagai madrasah serta sekolah di wilayah Kabupaten Tuban.
​Acara pembukaan tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat dan tokoh pendidikan setempat, antara lain Kepala Kantor Kemenag Tuban, Plt Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Pengawas Madrasah, serta Kepala Madrasah se-Kabupaten Tuban. Peresmian kegiatan ditandai secara simbolis melalui pemukulan gong oleh Kepala Kantor Kemenag Tuban, yang disambut meriah oleh seluruh hadirin.

​OMI merupakan ajang terobosan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI sebagai penggabungan dari dua kompetisi besar sebelumnya, yakni Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan Madrasah Young Researchers Supercamp (MYRES).

​Dalam laporan pelaksanaan kegiatan, Ketua Panitia yang juga Kepala MAN 1 Tuban, Fatah Yasin menyampaikan, kegiatan ini berlandaskan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6843 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia Tahun 2026.

​"Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan bakat, minat, kecakapan, serta keahlian siswa di bidang sains dan riset, menumbuhkan budaya kompetisi yang sehat, jujur, dan berintegritas, serta menjaring bibit unggul berprestasi sebagai calon peserta di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional," jelas Fatah Yasin.

​Pelaksanaan OMI Sains tahun 2026 dipusatkan di MAN 1 Tuban dengan pembagian menjadi 4 sesi kompetisi. Sebanyak 375 peserta dari jenjang kelas X, XI, dan XII se-Kabupaten Tuban turut berkompetisi secara sportif.
​Kompetisi ini mencakup 6 cabang mata pelajaran sains terintegrasi, dengan rincian jumlah peserta sebagai berikut:
​Geografi Terintegrasi: 73 peserta,
​Matematika Terintegrasi: 72 peserta, ​Biologi Terintegrasi: 68 peserta, ​Ekonomi Terintegrasi: 67 peserta, ​Kimia Terintegrasi: 49 peserta dan ​Fisika Terintegrasi: 46 peserta.

​Ajang tahunan ini diikuti oleh Madrasah Aliyah se-Kabupaten Tuban serta 1 sekolah umum, yakni SMA Negeri 1 Tuban. Nantinya, peserta yang berhasil meraih peringkat 3 terbaik di masing-masing cabang berhak mendapatkan piala dan melangkah mewakili Kabupaten Tuban ke OMI Tingkat Provinsi.

​Keunggulan OMI terletak pada materi ujiannya yang tidak hanya menguji sains murni, melainkan diintegrasikan dengan konteks dunia nyata, nilai-nilai keislaman, berpikir kritis dan analitis, Kurikulum Berbasis Cinta, teknologi, budaya lokal, hingga kurniologi.

​Dalam arahan dan sambutannya saat membuka acara, Kepala Kantor Kemenag Tuban Umi Kulsum menegaskan pentingnya OMI bagi siswa maupun lembaga pendidikan. Ia menyampaikan, OMI menjadi wadah penting untuk mengasah kemampuan analitis, berpikir kritis, dan keterampilan riset. Melalui ajang ini, siswa diajarkan memahami keilmuan modern yang dipadukan dengan nilai agama, budaya, serta kepedulian lingkungan (ekoteologi), sekaligus membentuk karakter jujur, mandiri, dan berdaya saing.
​Bagi madrasah dan sekolah, OMI berfungsi sebagai tolok ukur peningkatan mutu dan pemetaan talenta peserta didik secara terstruktur. Reorientasi OMI diharapkan mampu mendorong siswa madrasah agar tidak hanya unggul secara akademis dan riset, tetapi juga memiliki fondasi akhlak yang kokoh. (Humas/Lai)

Editor: Laidia Maryati

Infografis

Lihat