Apel Senin Kemenag Tuban: Kasi Bimas Islam Dorong Ekoteologi, Digitalisasi KUA, dan Sukseskan Indonesia Berkiblat

Kab. Tuban (Humas) — Aparatur Sipil Negara Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban mengikuti apel rutin Senin (27/7/2026) di halaman kantor. Bertindak sebagai pembina apel, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Mashari, menyampaikan sejumlah program prioritas yang perlu menjadi perhatian bersama.

Mengawali arahannya, Mashari mengajak seluruh ASN untuk bersyukur karena dapat kembali memulai aktivitas di awal pekan dalam keadaan sehat dan mengikuti apel pagi bersama. Ia kemudian memaparkan beberapa program strategis yang tengah dijalankan Seksi Bimas Islam.

Program pertama yang disampaikan adalah implementasi ekoteologi melalui gerakan penanaman pohon. Dalam program ini, setiap pasangan pengantin diharapkan membawa bibit pohon yang selanjutnya akan diserahkan kepada dinas atau instansi terkait untuk ditanam di lokasi-lokasi strategis di masing-masing kecamatan.

“Gerakan ini merupakan bagian dari implementasi ekoteologi. Bibit pohon yang dibawa oleh pengantin nantinya akan ditanam di berbagai titik strategis sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan,” ujar Mashari.

Selanjutnya, Mashari menyoroti pentingnya digitalisasi layanan KUA, khususnya melalui digitalisasi pencatatan Nikah dan Rujuk secara menyeluruh. Menurutnya, banyak dokumen pernikahan yang mengalami kerusakan, sementara kapasitas penyimpanan arsip di KUA juga semakin terbatas. Karena itu, digitalisasi menjadi solusi untuk menjaga keamanan dan kemudahan akses dokumen pernikahan.

Selain itu, ia menyampaikan perkembangan program Indonesia Berkiblat. Kabupaten Tuban saat ini menempati peringkat keempat di Jawa Timur dalam capaian 7.431 titik lokasi penentuan arah kiblat. Kecamatan Plumpang menjadi wilayah dengan capaian tertinggi, yakni sebanyak 605 titik lokasi.

Meski demikian, Mashari mengingatkan masih terdapat sejumlah hal yang perlu dievaluasi, termasuk adanya beberapa KUA yang belum muncul dalam laporan capaian program. Ia mengimbau seluruh penyuluh agama untuk terus meningkatkan partisipasi masyarakat dengan menargetkan minimal 50 titik lokasi pengukuran arah kiblat.

“Prestasi ini patut kita syukuri, tetapi evaluasi tetap harus dilakukan. Kami berharap setiap penyuluh dapat mengajak masyarakat untuk mencapai minimal 50 titik lokasi agar capaian Kabupaten Tuban semakin optimal,” tegasnya.

Di akhir arahannya, Mashari juga mengingatkan bahwa pada akhir Juni lalu Seksi Bimas Islam telah melaksanakan supervisi, pembinaan, sekaligus evaluasi program KUA di seluruh wilayah Kabupaten Tuban. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan dan kinerja KUA. Melalui sinergi seluruh ASN, penyuluh agama, dan jajaran KUA, diharapkan berbagai program prioritas Kementerian Agama dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. (Rifa/Lai)

Editor:Laidia Maryati
Doc:Frida/Putri

Infografis

Lihat